Jumat, 16 Januari 2015

Perjalanan Menuju Benteng Portugis Banyumanis Jepara

pintu masuk benteng portugis
Sebuah perjalanan melelahkan yang penuh semangat dalam perjalanan kami menuju Objek Wisata Benteng Portugis yang penuh perjuangan dalam perjalanan melawati hutan karet untuk menuju situs atau Objek Wisata Benteng Portugis, dalam perjalanan kami berempat terpesona oleh keindahan alam Utara Jepara yang penuh dengan pepohonan yang asri dan alami degan pemandangan bukit dan gunung.
Ketika sampai, kami dihadapkan benteng yang gagah terpampang didepan kami dengan pesona laut dan bukit sebagai tempat pertahanan dalam masa penjajahan, ketika mata memandang terdapat sebuah Pulau kecil yang diberi nama Pulau Mandalika. Tepian pantai terdapat bebatuan karang yang asyik untuk dibuat foto-foto atau selfie bersama teman atau sanak saudara, kami berempat naik keatas bukit untuk melihat sebuah meriam yang digunakan untuk pertahanan dari para Penjajah dan tempat berteduh bagi pengunjung yang lelah sehabis mendaki bukitnya. Tidak jauh dari Objek Wisata Benteng Portugis juga terdapat Guamanik atau Pecatu Beach.


Sebuah Sejarah mengatakan pada tahun 1619, kota Jayakarta atau juga bisa disebut Sunda Kelapa dimasuki VOC Belanda, dan saat ini Sunda Kelapa diubah namanya menjadi Batavia yang dianggap sebagai awal tumbuhnya penjajahan oleh Imperialis Belanda di Indonesia. Sultan Agung Raja Mataram sudah merasakan adanya bahaya yang mengancam dari situasi jatuh nya kota Jayakarta ke tangan Belanda. Untuk itu Sultan Agung mempersiapkan angkatan perangnya guna mengusir penjajah Belanda. Tekad Raja Mataram ini dilaksanakan berturut-turut pada tahun 1628 dan tahun 1629 yang berakhir dengan kekalahan di pihak Mataram. Kejadian ini membuat Sultan Agung berpikir bahwa VOC Belanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan, padahal Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu Bangsa Portugis.
meriam benteng portugis

Menurut Mitos Bangsa Portugis hanya beberapa tahun saja menempati benteng ini. Banyaknya gangguan yang memakan korban kiranya menjadi salah satu alasannya. Di Selat Mandalika itu ada pusaran air laut. Seturut cerita rakyat sekitar, pusaran air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman yang dirajai oleh Siluman Bajul Putih. Setiap ada orang berkulit putih seperti bangsa Portugis pastilah tersedot ke dalam laut hilang entah kemana. Kejadian itu sesuai dengan sumpah Siluman Bajul Putih ketika dikalahkan oleh Ki Leseh.

tugu benteng portugis


Siluman itu bersumpah kalau ada orang yang berkulit putih seperti kulitnya lewat di atas pintu gerbang Luweng Siluman itu, akan disedot ke dalam laut. Kerajaan Demak Alasan lain adalah lalu lintas perdagangan yang waktu Kerajaan Demak dipusatkan melalui laut, dengan pindahnya 

Kerajaan Demak ke Pajang, lalu lintas perdagangan berubah melalui jalan darat. Para perompak di perairan Jepara banyak yang beralih menjadi perampok, mereka merampok mangsanya dalam perjalanan di tengah hutan. Perjalanan dagang melalui laut menjadi aman. Benteng itu akhirnya ditinggalkan begitu saja hingga bertumbuh semak belukar. Jarang sekali orang berani memasuki benteng itu. Seturut penuturan warga mereka takut diganggu roh-roh penghuni benteng itu.


Alamat atau lokasi tepatnya Benteng Portugis beralamat atau terdapat di Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo atau 45 km di sebelah timur laut Kota Jepara. Jalan untuk menuju Benteng Portugis dapat ditempuh dengan jalan aspal yang banyak berlubang, baik melalui kota Jepara ataupun dari kota Pati melalui kecamatan Dukuhseti atau kecamatan Tayu.