Senin, 18 Mei 2015

Keindahan alam air terjun tingkat tiga di Batealit

aksi anggota jelajah di air terjun sumenep 2

Berawal dari breafing tim jelajah wisata alam, akhirnya kami memutuskan untuk menuju air terjun sumenep lagi. meski sebagian dari kami pernah menuju ke air terjun yang indah ini, kami merasakan hal yang berbeda dari perjalanan kami ke air terjun ini sebelumnya. Karena anggota kami sekarang sangat berbeda dari sebelumnya. Tim yang sebelumnya tidak bisa ikut hadir kesini karena mereka mempunyai kegiataan lain yang tidak bisa mereka tinggalkan.


Seperti biasa, kami berangkat dari perempatan batealit pukul 09.00 WIB. Dari perempatan Batealit kami mengambil arah ke timur menuju desa Batealit. Karena jalan aspalnya yang lumayan rusak, kami jalan dengan hati-hati dan tidak tergesa -gesa.


Rencananya, sebelum menuju air terjun Sumenep, kami mampir dulu ke air terjun di dukuh Cabe. Namun, karena sudah mulai musim kemarau, air yang mengalir di air terjun tersebut kecil. Dengan perasaan yang sedikit kecewa, kami langsung bergegas menuju air terjun Sumenep dukuh Setro Batealit. Dengan berkendara sekitar 10 menitan dari dukuh cabe, akhirnya kami sampai di warung yang ada di atas kebun sengon. Di warung tersebut, kami menitipkan sepeda motor kami. Tak lupa kami membeli beberapa air minum kemasan dan beberapa makanan kecil untuk kami minum jika kami haus sewaktu berjalan menuju air terjun Sumenep.

Dari warung tersebut, kami berjalan menyusuri jalan setapak menuju kawasan hutan pinus dengan berjalan santai sambil menikmati pemandangan sekitar. Pemandangan alam yang indah, membuat kami tak merasakan capek meski jalan yang kami lalui sudah cukup jauh. tidak berselang lama, kami tiba di kawasan hutan pinus setro. Disini kami beristirahat sejenak sambil berfoto - foto mengabadikan gambar kami, pertanda kami tim jelajah wisata alam sudah pernah sampai disini.



Setelah berstirahat dengan sejenak, kami melanjutkan perjalanan. Sebagian dari kami terlalu bersemangat untuk cepat sampai di air terjun sumenep, hingga mereka tidak menyadari kalau harus mengambil arah belok kiri. Untuk belum jauh, jadi kami masih bisa saling mengingatkan.





Pertigaan tersebut bisa ditempuh dari hutan pinus kurang lebih 15 menitan dengan berjalan santai. Pertigaan tersebut bisa dikenali dengan adanya pohon pinus yang berdiri jauh sendirian di sebelah kiri jalan. dan petigaan tersebut terletak sebelum tanjakan pertama. Setelah belok di pertigaan pertama, ada pertigaan belok kanan. Ikuti jalan setapak tersebut sampai menemukan sungai kecil.

Di sungai kecil tersebut, kami beristirahat sejenak sambil memberikan waktu bagi tim jika ada yang mau buang air kecil. Setelah beristirahat jurang lebih 5 menit, kami berjalan terus menyusuri jalan setapak hingga kami bertemu dengan percabangan jalan. Dari percabangan jalan tersebut, ambil arah ke kiri, ikuti jalan tersebut sampai menuruni bukit . Setelah berjalan kurang lebih 10 menit, kami sudah bisa mendengar suara air terjun dan sudah bisa melihat air terjun sumenep yang pertama dari kejauhan. Meski hati sudah bisa bergembira karena telah melihat air terjun yang akan kami tuju, namun kami harus tetap jalan dengan hati - hati karena jalan yang kami lalui cukup terjal dan curam. Setelah sampai di dasar bukit, kami harus menyeberangi sungai kecil dan berjalan menyusuri persawahan agar sampai di air terjun sumenep yang pertama.







Tibalah kami di air terjun Sumenep, air terjun tingkat 3 yang lumayan bagus. meski tidak terlalu tinggi, namun air terjun ini layak untuk di dedikasikan sebagai tujuan wisata di jepara. Jepara memang sangat layak dijadikan tujuan wisata. termasuk wisata alam yang masih tersembunyi dan belum di ketahui banyak orang, seperti air terjun sumenep ini.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju air terjun sumenep tingkat kedua, tak lupa kami mengabadikan foto tim jelajah wisata jepara di air terjun sumenep tingkat pertama. Setelah berjalan kurang lebih 10 menit, kami sampai di air terjun yang kedua. disini kami beristirahat sambil menikmati makanan ringan yang kami bawa dari rumah dan yang kami beli dari warung di bawah tadi.


Air terjun sumenep yang kedua ini, lebih indah dari yang pertama. Selain lebih indah, suasana di air terjun yang kedua ini juga lebih sejuk dan nyaman untuk sekedar menimati pemandangan air terjun. Volume air yang sudah tidak terlalu besar menggoda teman kami untuk menaiki tebing air terjun. Namun untuk menaiki tebing tersebut, diperlukan keberanian yang tinggi karena jika sampai terpeleset akan jatuh diatas air yang dangkal dan berbatu.










Setelah puas menikmati air terjun Sumenep kedua, kami melanjutkan perjalanan meuju air terjun yang ketiga. Jalur menuju air terjun yang ke tiga ini, lebih ekstrim, diperlukan ektra hati -hati jika belum terbiasa melewati jalur seperti ini. Tidak membutuhkan waktu lama, kami akhirnya tiba di air terjun sumenep ke tiga atau biasa disebut air terjunmacan mati. karena dulu pernah ditemukan macan yang mati di tempat ini.



Air terjun yang ketiga ini, lebih tinggi dari air terjun sumenep lainnya. Namun, keindahannya masih kalah dari air terjun sumenep tingkat kedua. Dibawah air terjun Sumenep tingkat tiga, atau air terjun macan mati terdapat pancuran yang disebelahnya terdapat gua. Disini pemandangannya tidak kalah indah dari air terjun Sumenep ketiga. Di air terjun ketiga ini, kami bertemu dengan gerombolan anak sma yang melakukan petualangan alam di air terjun sumenep.

Di Gua tersebut, kami mengambil foto kami pribadi dan mengambil foto tim jelajah wisata jepara sebagai tanda kami pernah mengunjungi tempat tersebut. Setelah puas berfotoria di sekitar gua yang baru kami kunjungi pertama kali tersebut, kami kembali menuju air terjun sumenep yang ketiga.











Waktu telah menunjukkan pukul 12.30 WIB. kamipun membuka bekal kami yang kami beli di warung tempat parkir sepeda motor kami. Setelah istirahat makan siang dilaksakan, sebelum kami kembali , kami menyempatkan mengambil moment kami di air terjun macan mati ini bersama segerombolan anak sma yang kami temui disini.

Beberapa foto bersama telah kami ambil, kemudian kami langsung bergegas kembali menuju tempat parkir. karena kami perkirakan tidak bisa tepat waktu untuk sampai di kampung warga, akhirnya kami menutuskan untuk melakukan kegiatan sholat di hutan pinus dengan mengambil air wudlhu di sungai kecil yang kami temui diperjalanan.