Rabu, 13 Mei 2015

Pantai lemahabang dengan petilasan syeh Siti Jenarnya

salah satu anggota tim jelajah yang eksis di petilasan syeh putu jenar

Selepas dari pantai Banyutowo dan pantai Agro kami melanjutkan perjalanan. Awalnya kami tertarik dengan pantai yang kami tertarik dengan pantai yang terdapat puluhan pohon kelapanya. Dari rasa ingin tahu inilah, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai tersebut. Berbekal hasil bertanya pada penduduk sekitar, kami menyusuri hutan karet untuk menuju ke pantai dengan kelapanya tersebut. Jika kami ragu, tak segan-segan kami bertanya pada penduduk sekitar dimana letak pantai tersebut.


melewati hutan karet

setelah melewati hutan karet dengan berbekal GPS atau singkatan dari Gunakan Penduduk Sekitar. Alhasil, kami sampai di Sebuah Bangunan yang berada di pinggir hutan karet. Kami tidak tahu bangunan apa itu, setelah bertanya pada penghuni bangunan tersebut, kami tahu bangunan tersebut adalah petilasan syeh Siti Jenar. Kami tidak banyak mengambil gambar disini karena ini bukan tujuan utama kami.
pintu gerbang petilasan syeh putu jenar
Pantai Semenanjung Lemah abang atau lebih dikenal pantai lemah abang ini merupakan calon lokasi tapak PLTN ( Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ) pertama di Indonesia. Kondisi air laut pantai lemah abang sangatlah keruh. Entah ini disebabkan karena erosi tanah atau penambangan pasir laut.

Melihat pemandangan laut tanah abang yang curam dan keruh, kamipun melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung njelamun, yaitu pantai dengan buah nyiurnya yang terletah di Sebelah barat pantai Lemahabang.

Mengenai penjelasan tentang pantai semenanjung njelamun, akan kami bahas pada postingan berikutnya.
pemandangan pantai di petilasan syeh putu jenar

lemah di pantai yang terlihat merah

anggota jelajah yang eksis di petilasan syeh putu jenar